twitter


Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang Ustadz.

Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Ustadz : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab
pertanyaan anda.

Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar
tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Ustadz : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:
1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2.Apakah yang dinamakan takdir?
3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama.
Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba Ustadz tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa Anda marah kepada saya?
Ustadz : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3
pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Ustadz : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.
Ustadz : Jadi Anda percaya bahawa sakit itu ada?

Pemuda : Ya!
Ustadz : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

Pemuda : Saya tidak bisa.
Ustadz : Itulah jawaban pertanyaan pertama...kita semua merasakan
kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Ustadz : Apakah tadi malam Anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.

Ustadz : Apakah pernah terfikir oleh Anda akan menerima tamparan dari
saya hari ini?
Pemuda : Tidak.

Ustadz : Itulah yang dinamakan takdir.

Ustadz : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar Anda?
Pemuda : Kulit.

Ustadz : Terbuat dari apa pipi Anda?
Pemuda : Kulit.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.

Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.

Sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8373154
»»  READ MORE...

huh ... lelahnya aku seharian menyelesaikan pekerjaan kantor yang tak habis-habisnya. Kurebahkan tubuhku di lantai depan televisi, sementara kubiarkan TV menyala untuk tetap menjaga agar aku tidak terlelap. Suhu yang sedikit panas memaksaku membuka kemeja dan membiarkan kulitku bersentuhan dengan sejuknya lantai.

"aaauww ... brengsek!" gumamku
Segera kutepis sesuatu yang menggigit lenganku hingga ia terjatuh di lantai, ternyata seekor semut hitam.

"Kurang ajar! Apa ia tidak mengerti kepalaku begitu penat dan tubuhku ini seperti mau hancur? Apa ia juga tidak tahu kalau aku sedang beristirahat?" pikirku seraya kembali merebahkan tubuhku.

Tapi, belum sampai seluruh tubuh ini jatuh menempel lantai, "addduuhhh!" Lagi-lagi semut kecil itu menggigitku. Kali ini punggungku yang digigitnya dan gigitannya pun lebih sakit. "heeeh, berani sekali makhluk kecil ini," gerutuku kesal.

Ingin rasanya kulayangkan tapak tangan ini untuk membuatnya mati tak berkutik 'mejret' di lantai. Namun sebelum tanganku melayang, ia justru sudah mengacung-acungkan kepalan tangannya seperti menantangku bertinju. Kuturunkan kembali tanganku yang sudah berancang-ancang dengan jurus 'tepokan maut', kuurungkan niatku untuk menghajarnya karena kulihat mulutnya yang komat-kamit seolah mengatakan sesuatu kepadaku. Awalnya aku tidak mengerti apa yang diucapkannya, tapi lama kelamaan aku seperti memahami apa yang diucapkannya.

"Hey makhluk besar, anda menghalangi jalan saya! Apa anda tidak lihat saya sedang membawa makanan ini untuk keluarga saya di rumah ..." Rupanya ia begitu marah karena aku menghambat perjalanannya, lebih-lebih sewaktu punggungku menindihnya sehingga ia harus terpaksa menggigitku.

Akhirnya kupersilahkan ia melanjutkan perjalanannya setelah sebelumnya aku meminta maaf kepadanya. Susah payah ia membawa sisa-sisa roti bekas sarapanku pagi tadi yang belum sempat kubersihkan dari meja makan. Kadang oleng ke kanan kadang ke kiri, sesekali ia berhenti meletakkan barang bawaannya sekedar mengumpulkan tenaganya sembari membasuh peluhnya yang mulai membasahi tubuh hitamnya.

Kuikuti terus kemana ia pergi. Ingin tahu aku di pojok mana ia tinggal dari bagian rumahku ini. Ingin kutawarkan bantuan untuk membantunya membawakan makanan itu ke rumahnya, tapi aku yakin ia pasti menolaknya. Berhentilah ia di sebuah sudut di samping lemari es sebelah dapur. Di depan sebuah lubang kecil yang menganga, ia letakkan bawaannya itu dan kulihat seolah ia sedang memanggil-manggil semut-semut di
dalam lubang itu. Satu, dua, tiga .... empat dan .... lima semut-semut yang tubuhnya lebih kecil dari semut yang membawa makanan itu berlarian keluar rumah menyambut dengan sukaria makanan yang dibawa semut pertama itu. Dan, eh ... satu lagi semut yang besarnya
sama dengan pembawa roti keluar dari lubang. Dengan senyumnya yang manis ia mendekati si pembawa roti,
menciumnya, memeluknya dan membasuh keringat yang sudah membasahi seluruh tubuh semut pembawa makanan itu.

Hmmm ... menurutku, si pembawa roti itu adalah kepala keluarga dari semut-semut yang berada di dalam lubang tersebut. Kelima semut-semut yang lebih kecil adalah anak-anaknya sementara satu semut lagi adalah istri di pembawa roti, itu terlihat dari perutnya yang agak buncit. "Mungkin ia sedang mengandung anak ke enamnya" pikirku.

Semut suami yang sabar, ikhlas berjuang, gigih mencari nafkah dan penuh kasih sayang. Semut istri tawadhu' dan qonaah menerima apa adanya dengan penuh senyum setiap rizki yang dibawa oleh sang suami, juga ibu yang selalu memberikan pengertian dan mengajarkan anak-anak mereka dalam mensyukuri nikmat Tuhannya. Dan, anak-anak semut itu, subhanallah ... Mereka begitu pandai berterima kasih dan menghargai pemberian ayah mereka meski sedikit. Sungguh suami yang dibanggakan, sungguh istri yang membanggakan dan sungguh anak-anak yang membuat ayah ibunya bangga.

Astaghfirullah ..., tiba-tiba tubuhku menggigil, lemas seperti tiada daya dan brukkk .... aku tersungkur. Kuciumi jalan-jalan yang pernah dilalui semut-semut itu hingga menetes beberapa titik air mataku. Teringat semua di mataku ribuan wajah semut-semut yang pernah aku hajar 'mejret' hingga mati berkalang lantai ketika mereka mencuri makananku. Padahal, mereka hanya mengambil sisa-sisa makanan, padahal yang mereka ambil juga merupakan hak mereka atas rizki yang aku terima.

Air mataku makin deras mengalir membasahi pipi, semakin terbayang tangisan-tangisan anak-anak dan istri semut-semut itu yang tengah menanti ayah dan suami mereka, namun yang mereka dapatkan bukan makanan melainkan justru seonggok jenazah.

Ya, Allah ... keluarga semut itu telah mengajarkan kepadaku tentang perjuangan hidup, tentang kesabaran, tentang harga diri yang harus dipertahankan ketika terusik, tentang bagaimana mencintai keluarga dan dicintai mereka. Mereka ajari aku caranya mensyukuri
nikmat Tuhan, tentang bagaimana perlunya ikhlas, sabar, tawadhu' dan qonaah dalam hidup.

Hari-hari selanjutnya, ketika hendak merebahkan tubuh di lantai di bagian manapun rumahku aku selalu memperhatikan apakah aku menghambat dan menghalangi langkah atau jalan makhluk lainnya untuk mendapatkan rizki. Ingin rasanya aku hantarkan sepotong makanan setiap tiga kali sehari ke lubang-lubang tempat tinggal semut-semut itu. Tapi kupikir, lebih baik aku memberinya jalan atau bahkan mempermudahnya agar ia dapat memperoleh dengan keringatnya sendiri rizki tersebut, karena itu jauh lebih baik bagi mereka.

(author : eramuslim)

Terimakash telah membaca...
Salam Motivasi!
»»  READ MORE...

Di jaman Yunani kuno, Dr. Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanannya yang tinggi.

Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata, "Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?"

"Tunggu sebentar," jawab Dr. Socrates.

"Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali."

"Saringan tiga kali?" tanya pria tersebut.

"Betul," lanjut Dr. Socrates

"Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali. Saringan yang pertama adalah KEBENARAN.

Sudah pastikah anda bahwa apa yang akan akan katakan kepada saya adalah benar?"

"Tidak," kata pria tersebut, "Sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda".

"Baiklah," kata Socrates.

"Jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak."

Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu KEBAIKAN.

Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik?"

"Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk."

"Jadi," lanjut Socrates, "Anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi anda tidak yakin kalau itu benar. Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya, yaitu KEGUNAAN.

Apakah apa yang anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya?" "Tidak, sungguh tidak," jawab pria tersebut.

"Kalau begitu," simpul Dr. Socrates, "Jika apa yang anda ingin beritahukan kepada saya ... Tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan kepada saya?"


(author : unknown)
»»  READ MORE...

(Cerita ini saya dapatkan dari teman, dan maaf saya edit seperlunya, karena ada kata-kata yang kurang baik di cerita aslinya.)

Suatu hari seorang prajurit beserta komandannya naik kereta api menuju markas besar mereka di luar kota.

Karena tidak ada tempat duduk lain yang tersisa, maka mereka pun duduk berhadap-hadapan dengan seorang wanita muda cantik dan neneknya. Tak berapa lama setelah itu kereta pun memasuki sebuah terowongan.Kontan saja keadaan menjadi gelap.

Tiba-tiba terdengar suara ciuman yang diikuti oleh suara tamparan. Setelah kereta api tersebut keluar dari terowongan, keempat orang tadi duduk dengan tenangnya tanpa berbicara sedikit pun. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.

Sang nenek berpikir dan berkata kepada dirinya sendiri, "Sangat memalukan bahwa prajurit muda itu mencium cucuku, tetapi saya senang karena akhirnya ia ditampar olehnya."

Sang komandan pun larut dengan pikirannya. "Saya tidak pernah menyangka kalau anak buahku satu ini berani mencium gadis cantik itu, tetapi wanita itu pasti tidak suka. Buktinya ia menampar. Hanya sayang, saya yang kena."

Wanita muda itu pun berpikir dalam hatinya, "Pasti Sang Komandan itu ingin menciumku, tapi salah sasaran sehingga mencium neneku, hingga neneku menamparnya. Dasar hidung belang...!

Si prajurit muda justru terlihat tersenyum puas dengan muka penuh kemenangan. Ia berkata kepada dirinya sendiri,"Hidup itu indah, ketika seorang prajurit seperti saya mempunyai kesempatan untuk menampar komandannya sendiri... He he"

(Ketika kereta melewati trowongan, prajurit mencium tangannya sendiri, dan menampar komandannya)


~~~

Sahabatku, Semoga anda tertawa hari ini... ^_^

Ada hikmah menarik dari cerita ini. Yakni ilmu "kebatinan"

Maksud ilmu "kebatinan" ini bukan ilmu magic, akan tetapi prasangka. Saya memiliki teman yang selalu memakai ilmu "kebatinan" tersebut. Ketika ada masalah, yang dilakukan dia hanya membatin dalam hatinya saja. Jarang sekali dikomunikasikan. Sehingga tak jarang apa yang diprasangkakan tidak sesuai dengan kenyataan. Sehingga membuat orang lainpun berperasangka macam-macam. Seperti kisah diatas. Mereka hanya menebak-nebak, bahkan berperasangka buruk kepada seseorang. Sehingga timbul presepsi jelek atas prasangkaanya. Padahal prasangka tersebut tidak benar.

Sahabat, jauhilah prasangka. Sebab prasangka itu membutakan hati. Engkau tak akan bisa melihat kebaikan pada diri orang lain, seberapa benderang pun kebaikan itu. Sebab mata kitalah yang telah tertutup oleh hitamnya prasangka. Yang tampak hanyalah sisi buram dari setiap orang, setiap peristiwa, bahkan terkadang juga Tuhan. Lalu kita ini menjadi manusia yang sombong dan berjalan di atas keangkuhan. Meskipun kita sendiri merasa telah berada di jalan yang benar.

Jadi komunikasi dan berfikir positif adalah solusinya. Karena tanpa komunikasi, niat baik bisa menjadi keburukan. Contohnya, ketika kita berniat berbuat baik memijat suami/istri kita yang terlihat capek. Tapi tanpa adanya komunikasi, kita bisa salah.Yang kita pijat ternyata pas kena bisul dibadannya. Hmm... Pasti akan terasa sakit... ^_^. Niat baik belum tentu diterima baik, tanpa adanya komunikasi.

Terimakasih telah membaca cerita ini. Ketika ada kesalahan dari kami sebagai admin grup CCM, silahkan dikomunikasikan. Jangan memakai ilmu "kebatinan". He he...

Salam Motivasi..!
»»  READ MORE...

Seorang laki-laki sedang tertidur di bawah pohon besar. Kemudian dia bermimpi ada cahaya terang mendatanginya. Dia bermimpi bertemu Tuhan.

Tuhan berkata kepadanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya. Lalu Tuhan menunjukkan kepadanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.

Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Berbulan-bulan ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.

Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya "Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya."

Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.

"Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?" pikirnya.

"Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik."

Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan mengadu segala permasalahannya itu kepada Tuhan.

"Tuhan," katanya "Aku telah bekerja keras sekian lama dan menjalankan perintah-Mu, dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?'

Tuhan berkata,"Hambaku, ketika aku memintamu untuk melaksanakan perintah-Ku dan kau menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar?”

”Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus- menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi ketaatanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmah yang akan Kuberikan kepadamu."

Lelaki itu tiba-tiba terbangun dari mimpinya, dan bersujud syukur karena ia merasa dan paham bahwa ia telah mendapatkan hidayah-Nya.

***

Sahabatku, terkadang, ketika kita mendengar perintah Allah, yang pertama kali kita gunakan cenderung pikiran dan nafsu kita untuk menganalisa keinginanNya, bukan keimanan dahulu yang kita utamakan. Padahal perintah itu jelas kebenarannya.

Sesungguhnya apa yang Allah inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan taat kepadaNya. Dan yakinlah itu adalah kebutuhan kita. Allah tidak butuh ibadah kita. Demi Allah, ketika semua makhluk berpaling dari Nya, maka tidak akan mengurangi sedikitpun kebesaran dan kemulyaan Allah. Dan sebaliknya ketika semua makhluk beribadah kepada Nya, tidak akan menambah sedikitpun kebesaran dan kemuliaan Allah Tuhan kita.

Dengan kata lain, taatlah terhadap segala perintah Allah, dan yakinlah bahwa perintah itu adalah kebutuhan kita. Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan-Nya.

Terimakasih telah membaca
Salam Motivasi..!
»»  READ MORE...

Seorang tentara pulang kenegaranya setelah melakukan misi perang dinegara lain. Sesampainya ia dinegaranya ia tak langsung pulang kerumahnya, tapi menginap disebuah hotel berbintang.

Sesampainya dia dihotel ia menelpon keluarganya, dan yang mengangkat telepon dalah ayahnya.

"Halo" sapa sang anak.
"Iya halo" Balas ayahnya.
"Ayah ini aku anakmu, aku sudah pulang dari misi perang"
Ayahnya sangat terkejut dan gembira sekali anaknya selamat dari medan perang.
"Sekarang dimana kau nak?"
"Aku menginap dihotel berbintang"
"Oh nak, kenapa kau tidak langsung pulang kerumah kami semua sangat merindukanmu"
"Sore ini aku akan pulang kerumah yah, tp aku punya satu permintaan"
"Baiklah apa yang bisa ayah lakukan untukmu"
"Bolehkah aku membawa seorang teman untuk tinggal dirumah bersama kita selamanya?"
"Oh baiklah temanmu adalah teman ayah juga"
"Tapi dia kehilangan satu kaki & satu tangannya saat berperang"

Mendengar hal itu ayahnya terdiam sejenak.

"Halo Ayah masih disana?" Tanya anaknya.
Dan Ayahnyapun memberikan jawaban.
"Baiklah nak silahkan bawa temanmu kerumah tapi hanya beberapa hari saja, karena kalau ia tinggal bersama kita dalam waktu yang lama kita akan sangat kerepotan mengurusinya. Kita harus melayaninya karena orang seperti itu tidak bisa melakukan apa-apa seperti kita. Sudahlah nak ingatlah keluargamu lebih penting dari orang itu."

Kini sang anaklah yang terdiam.

"Baiklah yah, bisakah kau jemput aku sekarang dihotel ini, aku tak akan membawa temanku kerumah" Setelah itu ia menutup telponnya.

Dengan perasaan yang gembira ayahnya mengiyakan permintaan anaknya.

Karena rasa bangga pada anaknya yang telah pulang sebagai pahlawan bagi negaranya, sang ayah memberitahukan pada seluruh keluarga dan sanak familynya bahwa ia akan menjeput anaknya, seluruh keluargapun sangat gembira mendengarnya dan sebagian sanak keluarga turut ikut menjemputnya.

Sesampainya dihotel itu sang ayah bingung karena didepan hotel banyak polisi dan orang-orang berkerumun, dan sang ayah turun dari mobilnya untuk mencari tau apa yang terjadi.

" Pa apa yang terjadi disini?" Tanyanya pada seorang polisi.
"ada seorang tamu hotel yang bunuh diri meloncat dari lantai 20" jawab polisi itu.
"Pendek sekali pikiran orang itu ya pak?" katanya berbasa-basi sambil ia membalikan badan untuk kembali kemobilnya.

Baru beberapa langkah dia berjalan polisi itu mengatakan hal yang mengejutkannya.

"Memang mengerikan pak, mungkin ia putus asa karena ia hidup tanpa satu tangan & satu kaki".

Mendengar hal itu sang ayah sangat terperanjat dan kembali menghampiri polisi itu.

"Boleh kulihat jasadnya pak?"
"Silahkan mungkin kau mengenalnya, karena identitas orang ini belum diketahui" kata polisi itu sambil mengantarkannya kekantong mayat.

Setelah kantong mayat itu dibuka alangkah pedihnya hati sang ayah karna dikantong mayat itu yang terbujur kaku adalah jasad anaknya yang tanpa satu tangan & satu kaki.

~~~

Sahabat, Mengasihilah pada sesama tanpa pandang bulu, karena tak ada satupun manusia yang dilahirkan secara sempurna. Tapi jangan pernah lupakan bahwa manusia diciptakan bukan tanpa kelebihannya masing-masing.

Orang yang bahagia bukanlah orang yang tinggal ditempat tertentu, melainkan orang dengan sikap-sikap tertentu.

(-Hareem Cool- )

Terimkasih telah membaca...
Salam Motivasi...!
»»  READ MORE...

Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya.

Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu.

Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang. Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. "Pohon yang sangat berguna," begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.

Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya, kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.

Sang pohon pun bersedih. "Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?" begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. "Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini? Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.

Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang.

"Cittt...cericirit...cittt" Ah suara apa itu? Ternyata, .ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. "Cittt...cericirit...cittt, suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu...dua...tiga...dan empat anak burung lahir ke dunia. "Ah, doaku di jawab-Nya," begitu seru sang pohon.

Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka, akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering, mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. "Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini", gumam sang pohon dengan berbinar.

Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.

~~~

Sahabat, begitulah. Adakah hikmah yang dapat kita petik disana? Tuhan memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Tuhan, dengan kuasa yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah di tebak, namun, yakinlah,Tuhan Maha Tahu yang terbaik buat kita.

Saat dititipkan-Nya cobaan buat kita, maka di saat lain, diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah. Ujian yang sandingkan-Nya, bukanlah harga mati. Bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Tuhan memberikan cobaan pada sang Pohon, maka, sesungguhnya Tuhan, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Tuhan tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab, Dia menyimpan sejumlah rahasia. Tuhan, sedang menguji kesabaran yang dimiliki.

Sahabat, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Tuhan, selalu bersama orang-orang yang sabar.

Terimakasih telah membaca,
Salam Motivasi...!!!
»»  READ MORE...
Diberdayakan oleh Blogger.