twitter


Ada seorng cewek memberikan tantangan kepada cowoknya untuk hidup tanpa dirinya, untuk tidak ada komunikasi sama sekali antara mereka selama sehari..Dia berkata pada cowoknya, kalau kamu bisa melewati itu, aku akan mencintai kamu selama nya.. Si cowoknya pun setuju, dia tidak sms/telpon ceweknya seharian.

Tanpa dia ketahui bahwa ceweknya hanya memiliki 24 jam untuk hidup, karena dia terkena kanker.


Keesokan harinya cowoknya pergi ke rumah cewenkya. Air matanya pun tiba-tiba menetes melihat ceweknya sudah terbaring dengan surat di tangannya yang tertulis "Kamu Berhasil Sayang, bisakah kamu lakukan itu stiap hari??I LOVE YOU.."


Don't Ever lost contact with someone you care, you'll never know what's gonna happen the next day, or the day after that..


Even a single "hi" or a "good morning" Before you know that someone is no longer there....
»»  READ MORE...

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran.
"Ayah, ayah . .!!" kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …

aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…

aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…

“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

sumber: www.resensi.net
»»  READ MORE...

Berkhayal, hhhmm . . .
Betapa pentingnya berkhayal ternyata telah diakui sejak zaman dulu oleh orang-orang beken di dunia. Salah satunya Albert Einstein, si ahli fisika berkata, “ Logika bisa membawamu berpikir dari A ke B. Tapi khayalan bisa membawamu kemana saja.”
»»  READ MORE...

Cerita tentang katak kecil

Pelajaran hidup No. 1

Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil, yang menggelar lomba lari. Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.

Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta...

Perlombaan dimulai...

Secara jujur:
Tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara.
Terdengar suara:
"Oh, jalannya terlalu sulitttt!!
Mereka TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak."
atau:
"Tidak ada kesempatan untuk berhasil...Menaranya terlalu tinggi...!!

Katak2 kecil mulai berjatuhan. Satu persatu...
... Kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan- lahan semakin tinggi...dan semakin tinggi..

Penonton terus bersorak
"Terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan berhasil!"

Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah...
...Tapi ada SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi...
Dia tak akan menyerah!

Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali satu katak kecil yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak!
SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya?


Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan?

Ternyata...
Katak yang menjadi pemenang itu TULI!!!!

Kata bijak dari cerita ini adalah:

Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis...

…karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu.

Selalu pikirkan kata2 bertuah yang ada.
Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu!

Karena itu:


Tetaplah selalu....


POSITIVE!


Dan yang terpenting:


Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu!
Selalu berpikirlah:
I can do this!
»»  READ MORE...

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakanmengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimanamenghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang.Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru. Ayahnya,seorang koki, membawanya ke dapur.

Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih.Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan iamenaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpaberkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar,memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sangayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya dimangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya. Lalu ia bertanya kepada anaknya,"Apa yang kau lihat,nak?"

"Wortel, telur, dan kopi" jawab sianak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu.Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnyalalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuangkulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir,ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipikopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apaartisemua ini, Ayah?"

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telahmenghadapi 'kesulitan' yang sama, melalui proses perebusan, tetapimasing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Wortel sebelum direbuskuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortelmenjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkangtipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus,isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelahberada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

"Kamutermasuk yang mana?," tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu,bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?"

"Bagaimanadengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapidengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunakdan kehilangan kekuatanmu."

"Apakah kamu adalah telur, yangawalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelahadanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimumenjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamumenjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?."

"Ataukahkamuadalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yangmenimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasasemakin nikmat."

"Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaanmenjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuatkeadaan di sekitarmu juga membaik."

"Mana yang kau pilih??"
»»  READ MORE...

Suatu Hari, Seorang Bocah Berusia 4 Tahun, Agak Tuli Dan Bodoh Di Sekolah, Pulang Ke Rumahnya Membawa Secarik Kertas Dari Gurunya. Ibunya Membaca Kertas Tersebut, " Tommy, Anak Ibu, Sangat Bodoh. Kami Minta Ibu Untuk Mengeluarkannya Dari Sekolah."

Sang Ibu Terhenyak Membaca Surat Ini, Namun Ia Segera Membuat Tekad Yang Teguh, " Anak Saya Tommy, Bukan Anak Bodoh. Saya Sendiri Yang Akan Mendidik Dan Mengajar Dia."Tommy Bertumbuh Menjadi Thomas Alva Edison, Salah Satu Penemu Terbesar Di Dunia. Dia Hanya Bersekolah Sekitar 3 Bulan, Dan Secara Fisik Agak Tuli, Namun Itu Semua Ternyata Bukan Penghalang Untuk Terus Maju.Tak Banyak Orang Mengenal Siapa Nancy Mattews, Namun Bila Kita Mendengar Nama Edison, Kita Langsung Tahu Bahwa Dialah Penemu Paling Berpengaruh Dalam Sejarah. Thomas Alva Edison Menjadi Seorang Penemu Dengan 1.093 Paten Penemuan Atas Namanya. Siapa Yang Sebelumnya Menyangka Bahwa Bocah Tuli Yang Bodoh Sampai-Sampai Diminta Keluar Dari Sekolah, Akhirnya Bisa Menjadi Seorang Genius? Jawabannya Adalah Ibunya!Ya, Nancy Edison, Ibu Dari Thomas Alva Edison, Tidak Menyerah Begitu Saja Dengan Pendapat Pihak Sekolah Terhadap Anaknya. Nancy Yang Memutuskan Untuk Menjadi Guru Pribadi Bagi Pendidikan Edison Dirumah, Telah Menjadikan Puteranya Menjadi Orang Yang Percaya Bahwa Dirinya Berarti. Nancy Yang Memulihkan Kepercayaan Diri Edison, Dan Hal Itu Mungkin Sangat Berat Baginya. Namun Ia Tidak Sekalipun membiarkan Keterbatasan Membuatnya Berhenti.
»»  READ MORE...

Di suatu masa hidup seorang laki-laki yang punya sifat kikir (pelit). Ia mempunyai sebuah rumah yang cukup besar. di dalam rumah itu dia tinggal bersama seorang istri dan 3 orang anaknya yang masih kecil-kecil. Laki-laki ini merasa rumahnya sudah sangat sempit dengan keberadaannya dan keluarganya. Namun, untuk memperluas rumahnya, sang lelaki merasa sayang untuk mengeluarkan uang.ia putar otak bagaimana caranya agar ia bisa memperluas rumahnya tanpa mengeluarkan banyak. Akhirnya, ia mendatangi Abu Nawas, seorang cerdik dikampungnya. Pergilah ia menuju rumah Abu Nawas.

Si lelaki : "Salam hai Abu Nawas,semoga engkau selamat sejahtera."

Abu Nawas : "Salam juga untukmu hai orang asing, ada apa gerangan kamu mendatangi kediamanku yang reot ini ?"

Si lelaki lalu menceritakan masalah yang ia hadapi. Abu Nawas mendengar dengan seksama. Setelah Si lelaki selesai bercerita, Abu Nawas tampak tepekur sesaat, tersenyum, lalu ia berkata :

"Hai fulan, jika kamu menghendaki kediaman yang lebih luas, belilah sepasang ayam, jantan dan betina, lalu buatkan kandang didalam rumahmu. 3 hari lagi kau lapor padaku bagaimana keadaan rumahmu."

Si lelaki bingung, apa hubungannya ayam dengan luas rumah, tapi ia tak membantah. Sepulang dari rumah Abu Nawas, ia membeli sepasang ayam, lalu membuatkan kandang untuk ayamnya didalam rumah.

3 hari kemudian, ia kembali kekediaman Abu Nawas, dengan wajah berkerut.

Abu Nawas : "Bagaimana fulan, sudah bertambah luaskah kediamanmu?"

Si lelaki : "boro boro ya abu, apa kamu yakin idemu ini tidak salah? rumahku tambah kacau dengan adanya kedua ekor ayam itu. Mereka membuat keributan dan kotorannya berbau tak sedap."

Abu Nawas : "( sambil tersenyum ) kalau begitu tambahkan sepasang bebek dan buatkan kandang didalam rumahmu, lalu kembali 3 hari lagi."

Si lelaki terperanjat. Kemarin ayam sekarang bebek, memangnya rumahnya peternakan? atau si cerdik Abu Nawas ini sedang kumat jahilnya? namun seperti pertama kali, ia tak berani membantah, karena ingat reputasi Abu Nawas yang selalu berhasil memecahkan berbagai masalah. Pergilah ia ke pasar, dibelinya sepasang bebek, lalu dibuatkannya kandang didalam rumahnya. Setelah 3 hari ia kembali menemuai Abu Nawas.

Abu Nawas : "bagaimana fulan, kediamanmu sedah mulai terasa luas atau belum ?"

Si lelaki : "aduh abu, ampun, jangan kau menegerjai aku.saat ini adalah saat paling parah selama aku tinggal dirumah itu.rumahku sekarang sangat mirip pasar unggas, sempit, padat, dan baunya bukan main."

Abu Nawas : "waah, bagus kalau begitu.tambahkan seekor kambing lagi.buatkan ia kandang didalam rumahmu juga.lalu kembali kesini 3 hari lagi."

Si lelaki : "apa kau sudah gila abu ? kemarin ayam, bebek dan sekarang kambing.apa tidak ada cara lain yang lebih normal?"

Abu Nawas : "lakukan saja, jangan membantah."

Lelaki itu tertunduk lesu, bagaimanapun juga yang memberi ide adalah Abu Nawas, si cerdik pandai yang tersohor. Maka dengan pasrah pergilah ia ke pasar dan membeli seekor kambing, lalu ia membuatkan kandang didalam rumahnya.

3 hari kemudian dia kembali menemui Abu Nawas

Abu Nawas : "bagaimana fulan ? sudah membesarkah kediamanmu ?"

Si lelaki : "rumahku sekarang benar2 sudah jadi neraka. Istriku mengomel sepanjang hari, anak-anak menangis, semua hewan2 berkotek dan mengembik, bau, panas, sumpek, betul-betul parah ya abu. tolong aku abu, jangan suruh aku beli sapi dan mengandangkannya dirumahku, aku tak sanggup ya abu."

Abu Nawas : "baiklah, kalau begitu, pulanglah kamu, lalu juallah kambingmu kepasar, besok kau kembali untuk menceritakan keadaan rumahmu."

Si lelaki pulang sambil bertanya-tanya dalam hatinya, kemarin disuruh beli, sekarang disuruh jual, apa maunya si Abu Nawas. Namun, ia tetap menjual kambingnya kepasar. Keesokan harinya ia kembali kerumah Abu Nawas.

Abu Nawas : "bagaimana kondisi rumahmu hari ini ?"

Si lelaki :"yah,lumayan lah abu, paling tidak bau dari kambing dan suara embikannya yang berisik sudah tak kudengar lagi."

Abu Nawas : "kalau begitu juallah bebek-bebekmu hari ini, besok kau kembali kemari"

Si lelaki pulang kerumahnya dan menjual bebek-bebeknya kepasar. Esok harinya ia kembali kerumah Abu Nawas

Abu Nawas : "jadi,bagaimana kondisi rumahmu hari ini?"

Si lelaki : "syukurlah abu, dengan perginya bebek-bebek itu, rumahku jadi jauh lebih tenang dan tidak terlalu sumpek dan bau lagi. Anak-anakku juga sudah mulai berhenti menangis."

Abu Nawas.bagus."kini juallah ayam-ayammu ke pasar dan kembali besok "

Si lelaki pulang dan menjual ayam-ayamnya kepasar. Keesokan harinya ia kembali dengan wajah yang berseri-seri kerumah Abu Nawas

Abu Nawas : "kulihat wajahmu cerah hai fulan, bagaimana kondisi rumahmu saat ini?"

Si lelaki :"alhamdulillah ya abu, sekarang rasanya rumahku sangat lega karena ayam dan kandangnya sudah tidak ada. Kini istriku sudah tidak marah-marah lagi, anak-anakku juga sudah tidak rewel."

Abu Nawas : "(sambil tersenyum) nah nah, kau lihat kan, sekarang rumahmu sudah menjadi luas padahal kau tidak menambah bangunan apapun atau memperluas tanah banguanmu.sesungguhnya rumahmu itu cukup luas, hanya hatimu sempit sehingga kau tak melihat betapa luasnya rumahmu. Mulai sekarang kau harus lebih banyak bersyukur karena masih banyak orang yang rumahnya lebih sempit darimu. Sekarang pulanglah kamu, dan atur rumah tanggamu, dan banyak-banyaklah bersyukur atas apa yang dirizkikan tuhan padamu, dan jangan banyak mengeluh."

Si lelaki pun termenung sadar atas segala kekeliruannya, ia terpana akan kecendikiaan sang tokoh dan mengucap terima kasih pada Abu Nawas.

Sumber : www.katamutiara.info
»»  READ MORE...
Diberdayakan oleh Blogger.